Karya Tulis

INDONESIA: Antara Pro dan Kontra

Pendahuluan: Dialektika Perpolitikan di Indonesia

        Dalam kurun waktu 19 tahun dari era orde baru dulu sampai hari ini Indonesia mengalami gejala politik yang tidak stabil, berbagai induk-induk ideologi dari beberapa pihak mulai mendoktrin dari segala penjuru untuk mencoba menguasai perpolitikan di Indonesia, berbagai isu sekarang yang banyak menjadi viral di Indonesia yaitu beberapa idealisme berbahaya seperti isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia atau PKI dan munculnya orang-orang yang ingin menegakkan negara Islam (khilafah) atau yang kita kenal yaitu daulah Islamiyah. Ini merupakan hal yang cukup berbahaya untuk mengancam pondasi negara kita dimana Indonesia adalah negara yang menjaga tradisi ke-Bhinekaan Tunggal Ika yang beragam suku budaya, agama, ras dan golongan yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, lalu tidak bisa ada sekelompok golongan yang tiba-tiba ingin merubah landasan negara kita yaitu Pancasila.

Antara Pancasila dan Pluralitas

         Pancasila itu adalah bentuk pluralitas negara ini, ia merupakan konstelasi yang egaliter, humanis, dan kompatibel dalam segala aspek. Saya melihat organisasi masyarakat atau ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama atau NU ia sangat menjaga tradisi budaya di Indonesia termasuk tentang Nasionalisme dan ke-Islaman Nusantara, disisi lain NU juga mengajari masyarakat pengikut Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin, untuk menjaga toleransi antar umat beragama dan menumbuhkan rasa Nasionalisme dalam setiap pribadi masing-masing. Sekarang banyak sekali sekelompok orang yang ingin merubah landasan dasar Pancasila, sama saja mereka tidak menghargai perbedaan antar golongan dan pastinya mereka sudah anti Pancasila. Padahal dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan di surat Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

        Maka dari itu kita sebagai rakyat Indonesia harus memahami nilai-nilai di setiap sila di dalam Pancasila, memahami keberagaman dan perbedaan adalah hal yang paling utama. Indonesia mengalami berbagai konflik dalam sejarahnya suatu akibat dari berbagai golongan atau kelompok yang tidak bisa dan menerima keberagaman dan perbedaan hingga mengancam keutuhan negara kita ini yaitu negara Indonesia, kita tahu sejarah perpolitikan dan masalah kekuasaan di Indonesia pada masa lalu yang begitu kelam seperti masalah pendirian Negara Islam Indonesia atau NII oleh tokoh pencetus DI/TII yaitu Kartosoewirjo dan kudeta PKI yang dipimpin oleh D.N. Aidit yang menjadi ketua PKI pada masanya yang mengancam ideologi bangsa, dimana jelas sekali mereka ingin mengubah tata konstitusi dan ideologi bangsa yang sangat bertentangan sekali dengan nilai-nilai Pancasila.

Kontroversi Negara Khilafah

        Kartosoewirjo yang mulanya ingin mendirikan Negara Islam Indonesia pada akhirnya gagal karena berseberangan dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila, pada waktu itu juga ketika pemerintahan Indonesia masih dipimpin oleh Soekarno, Presiden Soekarno pun juga menolak dan tidak menyetujui konsep pendirian Negara Islam Indonesia oleh Kartosoewirjo, kita tahu bahwa Soekarno itu adalah seorang tokoh Nasionalisme dan juga disebut sebagai “Penyambung Lidah Rakyat”, ia juga adalah tokoh Pluralisme sama seperti Presiden ke-empat yaitu Abdurrahman Wahid atau yang sering kita panggil “Gus Dur”. Karena menurut Soekarno pada dasarnya Indonesia didirikan oleh semua tokoh agama, budaya, ras dan beberapa golongan yang turut berpartisipasi memerdekakan Indonesia dengan susah payah melawan dan mengusir para penjajah, jadi tidak bisa Soekarno menerima pemikiran dari Kartosoewirjo tentang Negara Islam Indonesia yang pastinya dimana konsep negara itu berpihak pada agama Islam sendiri, dengan undang-undang dan sistem pemerintahan yang Islam dan berlandaskan negara Islam, padahal Indonesia adalah negara yang pluralis. Kartosoewirjo menerapkan konsep NII ini pada tanggal 7 Agustus 1942 yang kemudian pengikutnya mulai tumbuh di beberapa di daerah Jawa dan Sumatera khususnya Aceh. Kartosoewirjo mulai membentuk Tentara Islam Indonesia untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintah lalu Soekarno mengirim TNI untuk melawan pemberontakan itu yang pada akhirnya berujung kekalahan dan ditangkapnya Kartosoewirjo lalu dihukum mati pada tahun 1962. Membuat organisasi DI/TII dibubarkan dan dianggap organisasi illegal oleh pemerintah. Dan dimasa sekarang banyak sekali sekelompok golongan yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia sama seperti kasus Kartosoewirjo dulu, beberapa Islam radikal dan liberal yang patut diwaspadai yang mereka melanggar syariat Islam dengan mengajarkan kekerasan seperti terorisme dan pembunuhan massal dengan bom bunuh dirinya.

Gejolak Komunisme di Indonesia

        Bukan hanya juga masalah khilafah di Indonesia, tetapi juga isu-isu tentang kebangkitan PKI yang meresahkan masyarakat, kita tahu PKI adalah partai yang dilarang berdiri di Indonesia dengan membawa ideologi Komunisme yang tentunya bertentangan dengan Pancasila, jika menelisik sejarah memang PKI ini adalah suatu bentuk ideologi yang dibawa dari Uni Soviet dan Rusia ke Indonesia lalu menjadi sebuah partai komunis di Indonesia, sejarah kelam yang terjadi di negara ini yang tak terlupakan pada tahun 1965-1966 dimana PKI melakukan kudeta untuk merebut kekuasaan pada pemerintahan dan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis dengan aksi awal mereka menculik tujuh jenderal lalu dibunuh dan dimasukkan di lubang buaya yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta. Sebelumnya PKI juga melakukan beberapa pembunuhan di berbagai pondok pesantren dimana para Kyai Ulama’ dan Santri dibunuh secara kejam, mengingat basis pondok pesantren terbesar dulu adalah milik NU dan akhirnya memancing kemarahan para Nahdliyin sehingga NU mengirim Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna atau BANSER serta beberapa santri yang ikut berjihad melawan dan membalas perbuatan PKI, akhirnya setelah selang waktu yang lama antara Pemerintah, NU dan PKI, kubu Pemerintah dan NU yang berhasil menang, dengan seluruh pembantaian anggota dan partisipan PKI di berbagai daerah di Indonesia. Setelah itu pada tahun 1966 dikeluarkannya Tap/MPRS nomor 25 tentang pelarangan ideologi Komunisme/Marxisme-Leninisme, akan tetapi ketika masa kepemimpinan Gus Dur akhirnya dicabut kembali ketetapan tersebut, tetapi pelarangan berdirinya PKI tetap menjadi hal yang paling utama agar negara kita yang sekarang tidak mengalami kejadian tragis di tahun 1965 dan 1966.

Penutup: Kewajiban Sebagai Warga Negara Indonesia

        Sebagai rakyat Indonesia khususnya kita para mahasiswa harus menjaga keutuhan beragam dan pluralitas yang ada di Indonesia, jangan sampai terpecah belah karena adanya keegoisan golongan tertentu yang merugikan bangsa dan negara, kita harus saling memiliki rasa toleransi dan peduli terhadap sesama. Karena negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, maka dari itu sebagai warga negara Indonesia kita harus melindungi dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita tumbuhkan rasa Nasionalisme terhadap Indonesia dan segala aspek-aspek di dalamnya.

Penulis : Farouq Syahrul Huda, Devisi Keilmuan HMJ HPI IAIN Surakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s