Karya Tulis

HAKIKAT SOSIALISME ANTARA PEMERINTAH DAN RAKYAT

                Dalam tatanan kemanusiaan dan sosial antara manusia dan manusia yang lain yang dalam islam kita sebut hablumminannas dan konsep nyata dari negara yang ada di dalam negeri ini, dalam hal sosial khususnya antara pemerintah dengan rakyat kita sebut bagaimana dalam negeri ini entah fasisme, feodalisme, kapitalisme, ataupun pluralisme. Sebagai contoh saya melihat ketika moment lebaran dan ketika para petinggi negara mengisi waktu lebaran mereka dengan melakukan open house lalu mereka menyuruh rakyat untuk datang kepada mereka, lalu sungkem dan minta maaf kepada mereka dengan senyuman wajah yang menyebalkan. Dan saya melihat dari dulu para petinggi itu selalu feodalistik terhadap rakyat dan mereka tak memiliki rasa bersalah sekalipun hingga beraninya mengadakan open house lalu menyuruh sungkem dan “salaman”  sebagai ganti bahasa dialektis selain ucapan mulut, dan mereka berlagak seperti seseorang yang mempunyai imperatif dan hak prerogatif. Lain lagi ketika orang-orang Islam memanggil Tuhannya dengan Gusti Allah tapi ada juga yang hanya memanggil “Allah” karena katanya Cak Nun: “Allah itu enggak feodalistik”, dan memang benar yang diutarakan Cak Nun bahwa Allah itu tidak feodalistik apalagi hirarki kapitalis dan itu sangat mustahil bagi Allah untuk memiliki sifat itu. Tapi sebagai hamba ciptaan-Nya kita seharusnya memanggil Allah itu dengan Gusti Allah sebagai bentuk kita harus tunduk dan patuh serta ngejeni sang maha kuasa yaitu Gusti Allah.

            Dalam kehidupan bernegara seperti negara kita ini konsep sosialisme kemanusiaan sudah salah untuk di implemantasikan, seharusnya rakyat yang open house lalu para pemerintah dan jajaran politisi dan yang bekerja sebagai atasan konstitusi datang untuk menyambangi rakyat dan meminta maaf atas pekerjaan mereka yang tak pernah diharapkan dan tak beres hingga menderitakan rakyat sampai rakyat ingin menangis pun tak bisa. Dan permintaan maaf pemerintah atas rakyat tak bisa ditebus dengan hanya perkataan “maaf” belaka saja tetapi pemerintah harus melakukan gerakan perubahan entah dari regulasi politik yang “asli” demokratis, legitimasi ekonomi yang jujur dari permainan kapitalisme, konsep pembudidayaan pendidikan yang lebih akademis dan integritas, menjaga segala keutuhan budaya rakyat dari hegemoni barat yang mencoba mengerus budaya masyarakat yang sudah turun menurun dan lain-lainnya yang patut untuk dilakukan untuk mengembalikan wibawa masyarakat sebagai rakyat Indonesia. Negeri ini milik bersama milik rakyat bukan milik perseorangan, lembaga, organisasi, ataupun komunitas tertentu. Rakyat yang menanam lalu pemerintah mengolah lalu hasil olahan sumber kekayaan alam ataupun nilai seni budaya lokal itu dikembalikan kepada rakyat lagi. Yang berterima kasih itu haruslah pemerintah bukan malah sebaliknya rakyat yang berterima kasih kepada pemerintah. Rakyat lah yang menghidupkan negeri ini dengan sumbangsih ekonomi, budaya, pendidikan tradisional lalu pajak yang harus mereka bayar untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan rakyat sebagai penghidupan segala bentuk geografis wilayah, pelestarian habitat flora dan fauna serta kekayaan sumber daya alam negeri ini.

            Pemerintah harusnya itu ya mbok pangerten karo rakyat e bagaimana kondisi kehidupan rakyat dari segi ekonomi, akademis pendidikan dan budayanya dalam kehidupan sehari-hari rakyat. Tulisan saya ini bukan suatu bentuk kudeta, provokasi terhadap komunitas tertentu ataupun menggugat anda para pemerintah tetapi hanya suatu bentuk dari keinginan saya untuk mengkritisi pemerintahan konstitusi yang sekarang ini dan sebagai penyambung lidah rakyat, saya menulis karena saya tak bisa bersuara walaupun ini bukan orde baru dimana suara dibungkam tanpa alasan, tapi suara saya sedang tertahan oleh kondisi tertentu. Dan jika saya bersuara, suara saya tak sebesar Bung Karno sang orator dan revolusioner bagi rakyatnya. Saya menulis maka saya ada dan bahwa tulisan ini sebagai bukti bahwa saya pernah hidup. Semoga tulisan yang sedikit ini bisa dibaca oleh banyak orang dan pastinya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Penulis : Farouq Syahrul Huda, Devisi Keilmuan HMJ HPI IAIN Surakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s