Karya Tulis, Narkoba

Narkoba Melenyapkan Mimpi

     Narkoba dalam istilah fiqih kontemporer disebut “AL-MUKHADDIRAT” definisinya adalah segala materi (dzat) yang menyebabkan hilangnya kesadaran pada diri manusia atau hewan dengan derajat berbeda-beda. Seperti kokain, opium dll. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang.

     Narkoba adalah masalah baru yang belum ada pada masa-masa imam madzab yang empat, narkoba baru muncul didunia Islam pada akhir abad ke-6 H. Namun demikian tidak ada perbedaan dikalangan ulama mengenai haramnya narkoba dalam berbagai jenisnya, baik ganja, opium, morfin dll. Sebagian ulama mengharamkan narkoba karena diqiyaskan dengan haramnya khamr karena kesamaan ‘ilat yaitu sama-sama memabukkan dan membahayakan bagi si pengguna.

     Hadist shahih dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah telah melarang dari segala sesuatu yang memabukkan (muskir) dan melemahkan (mufattir). (HR. Ahmad, Abu Dawud). Mufattir adalah dzat yang menimbulkkan rileks atau tenang dan malas pada tubuh manusia. Sanksi (uqubat) bagi pengguna atau orang yang menggunakan narkoba adalah ta’zir yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh qadhi seperti penjara, dicambuk dan sebagainya. Kaidah fiqih tentang bahaya yang berbunyi: Al aslu fi al madhaar at tahrim (hukum asal benda yang berbahaya (mudharat) adalah haram.

     Narkoba merupakan salah satu penyakit yang ada dalam masyarakat. Narkoba pada umumnya dahulu digunakan sebagai obat bius bagi yang sakit untuk manjalankan operasi akan tetapi banyak sekali masyarakat yang salah dalam  menggunakan barang ini. Seperti halnya penggunaan yang berlebih-lebihan atau sering disebut over dosis, masyarakat tidak terlalu memetingkan bagaimana bahaya mengkosumsi narkoba karena mereka hanya menuruti hawa nafsu.

     Banyak sekali sekarang bandar norkoba yang sedang mencari mangsanya seperti di sekolahan, diskotik, tempat pelacuran dan tempat-tempat yang berbahaya lainnya,  hal ini pun membuat resah masyarakat terutama orang tua karena mereka takut akan bahaya yang mengelilingi lingkungan sekitar. Pada dasarnya telah dilakukan berbagai upaya dalam pencegahannya akan tetapi masih juga belum berhasil, jadi narkoba sendiri bisa diberhentikan dengan bimbingan atau perhatian khusus dari orang tua.

     Maraknya penyimpangan perilaku generasi pemuda yang semakin menjadi-jadi ini akan menjadi ancaman atau membahayakan kelangsungan hidup bangsa dikemudian hari. Mengingat remaja adalah generasi penerus bangsa. Bangsa ini menginginkan remaja yang cerdas dan menjadi kebanggan Indonesia, akan tetapi mimpi ini seakan-akan makin lama semakin pudar karena ancaman narkoba dan obat-obatan terlarang karena penyakit ini dapat mengerogoti zat-zat aditif penghancur syaraf.

     Sehingga para pemuda tidak dapat lagi berpikir dengan jernih. Akibatnya generasi muda yang cerdas dan tangguh akan hilang menjadi kenangan, karena sasaran dari pengguna narkoba adalah para remaja dan anak muda. Dan masa depan bangsa indonesia akan berada dalam ambang-ambang karena tingkah anak muda yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirnya betapa susahnya para pahlawan dahulu berjuang untuk memerdekakan negara Indonesia. Sedangkan anak mudanya tidak bisa menjadi apa yang diharapkan.

     Narkoba telah menjadi masalah serius bagi bangsa ini. Barang haram ini tanpa pandang bulu menggerogoti siapa saja yang menggunakannya baik dari sisi usia dan narkoba tidak memilih korbannya dari anak-anak, remaja dan lanjut usia. Indonesia merupakan surganya peredaran narkoba. Betapa tidak jika dilihat dari peringkat peredaran narkoba didunia, negara kita menempati peringkat ketiga sebagai pasar narkoba terbesar didunia, jika dilihat dari tingkat provinsi Aceh menempati peringkat pertama karena Aceh merupakan tempat yang sering ditemukan ladang ganja. Dalam Islampun sudah jelas barang yang dapat memabukkan tidak boleh dikonsumsi atau digunakan karena antara madharat atau bahaya dibanding manfaatnya lebih besar.

     Ahad dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah Saw tiba di Madinah, penduduknya masih terbiasa minum khamr  dan berjudi lalu mereka bertanya kepada beliau tentang hukum kedua hal tersebut, Maka turunlah QS. Al-Baqarah:219.  Mereka memahami dari ayat-ayat ini bahwa minum khamr dan judi itu tidak diharamkan oleh agama Islam. Melainkan hanya dikatakan  bahwa bahayanya lebih besar lalu mereka masih terus meminum khamar. Ketika waktu sholat magrib, tampilah juhdi, seorang muhajirin menjadi imam didalam shalat, bacaanya banyak yang salah karena dia sedang mabuk sesudah minum khamar, maka turunlah firman Allah yang berbunyi:

Artinya : hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. (Qs. an-nisa’ : 43).

Sesudah turun ayat yang tegas ini, maka turun lagi ayat yang kebih tegas lagi yang menyuruh mereka berhenti sama sekali dari meminum. Yaitu Qs. Al-Maidah : 90.

Artinya : hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berqurban untuk) berhala, mengundi nasip dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Ibnu Jarir berkata, bahwa ayat ini turun kepada Sa’ad bin Abi Waqqash yang sedang bermabukan bersama temannnya hingga diluar kesadaran telah memukul temannya itu hingga patah hidungnya. Maka turunlah ayat ini untuk mereka berdua.

     Dampak dari penggunaan narkoba adalah adanya gangguan pada sistem syaraf seperti kejang-kejang dan halusinasi, terjadinya gangguan pada jantumg dan pembuluh darah dan biasanya orang yang sudah kecanduan akan berubah menjadi emosional.

Riwayat Penulis : Anita Wulandari, Mahasiswa Hukum Pidana Islam IAIN Surakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s