blog, hukum islam, hukum positif, Karya Tulis, pembunuhan

Hukuman Bagi Pelaku Pembunuhan Berencana dalam Perspektif Hukum Islam & Hukum Positif

     Pembunuhan berencana adalah kejahatan merampas nyawa manusia lain atau membunuh, setelah dilakukan perencanaan mengenai waktu atau metode dengan tujuan memastikan keberhasilan pembunuhan atau menghindari penangkapan. Pembunuhan terencana dalam hukum umumnya merupakan tipe pembunuhan yang paling serius, dan pelakunya dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup.

     Sanksi pidana mati dalam KUHP  tidak tertera pada kejahatan terhadap nyawa lainnya, yang menjadi dasar beratnya hukuman ini adalah perencanaan terlebih dahulu. Selain diancam pidana mati, pelaku tindak pidana pembunuhan berencana juga dapat dipidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana

     Tindak pidana pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu yang oleh undang-undang telah disebut dengan kata moord diatur dalam pasal 340 KUHP yang berbunyi “barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, karena telah bersalah melakukan suatu pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu, dipidana dengan pidana mati atau dipidana penjara seumur hidup atau dengan pidana penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahu.

Dari ketentuan diatas diketahui bahwa tindak pidana pembunuhan dalam pasal 340 KUHP memiliki beberapa unsur diantaranya :

  1. Unsur subyektif : dengan sengaja dan atau direncanakan terlebih dahulu.
  2. Unsur obyektif : menghilangkan, nyawa, orang lain.

     Dari unsur tersebut dalam hukum Islam, kategori pembunuhan berecana adalah pembunuhan yang dilakukan dengan unsur kesengajaan. Pembunuhan sengaja yaitu suatu pembunuhan yang disengaja, dibarengi dengan rasa permusuhan, dengan menggunakan alat yang biasanya dapat menghilangkan nyawa, baik secara langsung maupun tidak, seperti menggunakan senjata, kayu atau batu besar, atau melukai seseorang yang berakibat pada kematian.

Unsur-unsur pembunuhan secara sengaja :

  1. Yang dibunuh itu manusia yang diharamkan Allah SWT darahnya (membunuhnya) atau yang dalam istilah fikih disebut ma’sum ad-dam.
  2. Perbuatan kejahatan itu membawa kematian seseorang, jika perbuatan kejahatan yang dilakukannya itu tidak berakibat wafatnya korban, atau kematiannya bukan karena perbuatan tersebut.
  3. Bertujuan untuk menghilangkan nyawa seseorang.

       Hukuman bagi pelaku pembunuhan sengaja. Ulama fikih mengemukakan bahwa ada beberapa bentuk hukuman yang dikenakan kepada pelaku tindak pidana pembunuhan dengan sengaja, yaitu hukuman pokok, hukuman pengganti, dan hukuman tambahan. Hukuman pokok dari tindak pembunuhan sengaja adalah qisash. Qisash diartikan sebagai keseimbangan atau kesepadanan. Menurut Abdul Qadir Audah, qisash adalah setimpal, maksudnya yaitu membalas pelaku sesuai dengan apa yang dilakukan. Artinya jika pelaku membunuh , maka si pelaku juga harus dibunuh.

Menurut hukum Islam, hukuman qisash wajib atas orang yang melakukan pembunuhan disengaja. Di antara dalil dari al-Qur’an adalah firman Allah Subhanahuwata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنثَىٰ بِالْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ () وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, qishash diwajibkan atasmu berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka, barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabbmu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (al-Baqarah: 178-179)

     Sedangkan hukuman pengganti dalam pembunuhan sengaja disebut dengan diyat. Diyat ini terjadi karena menunjukkan wali (keluarga) korban pembunuhan dengan sengaja memiliki pilihan untuk membunuh pelaku tersebut (qishâsh) bila menghendakinya, bila tidak, bisa memilih diyât dan pengampunan. Pada asalnya pengampunan lebih utama, selama tidak mengantar kepada mafsadat (kerusakan) atau ada kemashlahatan lainnya. Walaupun qishash itu telah ditentukan sanksi hukumnya oleh Allah Swt., tapi qishash juga merupakan hak individu (perorangan), yang apabila si korban memaafkan maka gugurlah sanksi hukumnya.

     Orang yang membunuh tanpa ada hak, harus diqishash, harus dibunuh juga. Kalau ahli waris (yang terbunuh) memaafkan pembunuh tersebut, pembunuhan tidak diqishash (dihukum bunuh) tetapi harus membayar diyat yang besar, yaitu 100 ekor unta tunai, pada waktu itu juga.

     Dalam hukum positif di Indonesia memang hukuman paling berat bagi pembunuhan berencana adalah hukuman mati tetapi dalam pelaksanaannya  kasus pembunhan berencana di Indonesia banyak menggunakan hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara 20 tahun. Tetapi untuk hukuman pembunuhan berencana dalam Hukum Islam tidak tanggung-tanggung dalam memberikan hukuman. Hukumannya adalah yang sudah disebutkan di atas yaitu hukum qisash (hukuman yang setimpal), kecuali keluarga korban memaafkan dan diganti dengan diyat dengan ketentuan yang sudah ada. Untuk menentukan qisash adalah pihak keluarga korban.

Riwayat Penulis : Lia Isnani Anggriana, Mahasiswa Hukum Pidana Islam IAIN Surakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s